Utamakan Penumpang Yang Turun Terlebih Dahulu

Utamakan Penumpang Yang Turun Terlebih Dahulu

Saat perjalanan menggunakan KRL, ketika kereta akan masuk dan berhenti distasiun, seringkali kita denga announcer berkata “Utamakan penumpang yang turun terlebih dahulu”, karena hampir sering mendengar kalimat ini diucapkan oleh petugas, seakan tidak asing lagi.

Namun entah mengapa kalimat itu tidak pernah sampai bisa dipahami 100% oleh beberapa penumpang, terutama penumpang-penumpang yang naik dari stasiun transit, seperti yang saya alami pagi ini saat turun di stasiun manggarai menggunakan KRL nomor pemberangkatan 1511 (Nambo – Angke), saat kereta masuk Manggarai, sudah ramai penumpang yang menunggu di peron stasiun dan bersiap masuk. Ketika pintu kereta terbuka, penumpang dari luar langsung berebut masuk, padahal dalam kereta juga ada penumpang yang akan turun, aksi saling dorong antara penumpang yang mau naik dan yang mau turun pun terjadi.

Penumpang Yang Hendak Naik, Saling Dorong (Manggarai KA 1511, 2 Agustus 2017)

Padahal suara announcer dari dalam kereta dan dari stasiun sudah berkali-kali menyampaikan “Utamakan penumpang yang akan turun terlebih dahulu”, mungkin karena alasan takut ditinggal kereta, atau buru-buru agar tidak terlambat masuk kerja lah yang menjadikan hal seperti ini terus menerus terjadi.

Dinegara manapun peraturan dahulukan penumpang turun pasti berlaku, sebagai contoh negara Jepang, kalau kita lihat di Youtube, banyak video-video betapa tertibnya penumpang KRL disana, saat kereta masuk, mereka berbaris dipinggi pintu dan memberi jalan untuk penumpang yang turun, kemudian setelah tidak ada yang turun baru mereka naik secara teratur kedalam kereta, andai saja sifat ini bisa menjadi contoh untuk penumpang angkutan umum di Indonesia.. 🙂

Memang tidak semua penumpang yang berebut naik, ada juga yang sudah tau aturan dengan mengutamakan penumpang turun terlebih dahulu. Sebagai saran dari saya pribadi (penulis artikel ini) ada baiknya sosialisasi utamakan penumpang turun ini hanya melalui announcer dan gambar pada pintu KRL, bisa juga diperlihatkan pada layar macroad dalam KRL video tentang cara tertib naik KRL, sehingga kedepannya tidak ada lagi aksi saling dorong antar penumpang naik dan turun.

 

Penulis : Deddy Sofyandi, Jalur Nambo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *